Bertemu kawan lama itu salah satu modus menggali energi hidup. Apa yang membuat energinya berlimpah adalah karena emotions attached to the memory of old friends. Bertemu [ lagi ] dengan kawan lama juga bukan tentang pembuktian eksistensi diri. Bagi jiwa yang lembut, ego sudah lama mendarat. Bagi batin yang tenang dan sunyi, itu karena "monyet-monyet" dan "kelinci-kelinci" liar sudah dikandangkan hingga tidak lagi berkeliaran tanpa kendali di benak dan mengganggu. Jika sudah begini, bertemu kawan lama itu joy. Eagle fly. Chicken stay. Persis. Karena memang ayam tidak bisa terbang, seperti halnya burung tidak bisa terus dipaksakan tinggal di tanah, maka ia musti terbang. Tak perlu dibandingkan.
Ketika mengetahui bahwa hidup sebagian kawan lama ain't so much fun, maka itu saatnya bagi immortal soul-mu untuk merefleksi pencapaianmu. Keep cultivating gratitude. Ketika bertemu kawan yang lama yang menerbitkan murkamu, maka you don't need to forgive each other, you are born forgiving each other. Ketika kawan lama berada dalam level yang sama saat ini maka ingatlah bahwa the joy of a mortal body should be parallelized with the joy of an immortal souls. This will make your soul 'a national treasury' of Heaven, for sure.
Saya sendiri suka bertemu dengan 'Kawan Lama'. Some says i have a relationship with my imaginary friend. Well, i don't mind. Begini biasanya saya suka bertemu beliau di setiap waktu dan tempatnya secara random, mengambil istilah dari Liz : The place where these two souls were meeting everytime is a place that had nothing to do with the body. The two people who needed to talk to each other "up there on a very quiet place" were not people anymore. At the level of this reunion, we were just two cool blue souls who already undertood everything, unbound with bodies, in infinite wisdom. Itu saja. Cerna saja sendiri. Bagi yang telah pernah disana, nampaknya tak lagi ingin kembali. Believe me.
Tabik.
[Source pict : http://www.45cat.com/record/nc908502us ]







