Selasa, November 10, 2009

Ben Spies. Siapa tuh? Dia adalah juara World Superbike 2009 setelah menghempaskan Noriyuki Haga, jagoan Superbike yang sudah terlebih dahulu "bekerja" lama di Superbike. Hebat tho? Secara Ben kan rookie di WSB ini. Di MotoGP Ben gabung dengan tim Yamaha-Tech. Namun, emang Ben bener lumayan juga ternyata di MotoGP, ia berhasil finish ke-7 di Valencia, dimana ini sesuai dengan prediksi (atau kriteria untuk bisa disebut hebat) oleh Rossi sendiri. Mengapa Rossi ikut mengomentari gabungnya Ben karena memang ia ada sedikit curiousity dengan sosok Ben.
(sumber foto : MotoGP)
Poor Stoner. Aussie satu ini terjatuh di warm up lap. Menyedihkan dan memalukan. Akhirnya ia menyerah tidak balapan walaupun pit crew-nya sudah menyiapkan motor pengganti di Home Ducati, Valencia.
Selamat buat Dani yang ngebut abis dari free practice till chequered flag. Dukungan penonton tuan rumah di sirkuit Spanyol membuatnya berdiri gagah di podium akhir GP Valencia. Sementara Rossi dan Jorge hanya bisa finished di 2 dan 3. Sepanjang race ada saat Jorge juga nyaris terhempas dari motornya sendiri karena tiba-tiba dan karena sebab yang tidak diketahui ia terlonjak dan seakan hendak mental dari tunggangannya dan motornya sedikit oleng, untung ia bisa terus menyeimbangkannya dan kembali fokus dan bahkan melakukan pressing Rossi di urutan 2, namun putaran/ lap sudah habis, Jorge kudu terima ia hanya finished 3.
Selamat buat Dani, selamat lagi juga buat Rossi jadi The Nineth Wonder of The World.
Setelah ini apa? yup, standar saja seperti bertahun2 lalu kita selalu ikuti olahraga otomotif ini (dan juga olahraga lain tentunya), kita nikmati saja bursa2 transfer pebalap, inovasi motor baru, tim baru (mungkin), hasil ujicoba pengembangan selama off season, dan sebagainya dan sebagainya...
Adios amigos!

Rabu, November 04, 2009

Amazing Yas Marina, Abu Dhabi


(sumber foto : F1 Technical).
Buat saya sudah tidak pengaruh lagi hasil race di Abu Dhabi ini. Button was The World Champion of 2009. Saya justeru terpesona dengan sirkuit Yas ini. Luar biasa. Lihatlah Yas di waktu malam, bagaikan ikan Paus raksasa yang indah ...
Beberapa keunikan GP di Yas Marina, antara lain yang sangat berbeda dibandingkan sirkuit lainnya:
1. Race di Abu Dhabi akan menjadi balapan siang-malam pertama di F1. Event ini akan dimulai pada senja hari pukul 17.00, dan akan berakhir pada malam hari--sehingga trek akan diterangi oleh lampu sorot. Namanya "Race till Dusk" .
2. Yang unik lagi Pintu keluar dari pitlane sangat unik karena ada di bawah tanah. Setelah meninggalkan pitlane, para pebalap harus masuk sebuah terowongan dan berputar 90 derajat ke kiri, lalu lewat di bawah trek setelah Turn 1. Jadi inget klo mau parkir di Mall-mall sekitaran Jakarta yang harus turun ke Basement.
Kapan ya Sentul di transform jadi kayak gini??.
Akhirnya, selesai juga seri musim 2009 ini. Pemenang sudah terseleksi setelah kerja kerasnya mulai awal tahun ini. Demikian juga jawara Konstruktornya. Congratulations for all the winners !.
Beberapa bulan mendatang hingga awal musim tahun 2010 dimulai, yang menarik diikuti adalah bursa transfer antar pebalap dan tim serta masuknya beberapa tim anyar, yang salah satunya adalah tim Lotus yang dibeli pemerintah Malaysia. Seberapa kompetitifnya mereka nanti?. Wah, kapan juga yah Pemerintah RI punya tim yang berlaga di F1??
Jangan lupa juga diikuti berita hasil2 ujicoba mobil2 F1 baru hasil pengembangan terbaru untuk musim 2010 serta prediksi yang mengikuti dari hasil time trials tersebut.
Well, finally, long live F1. Save the earth and let's go greener.

Senin, Oktober 26, 2009

...and the winner is : VALENTINO ROSSI!!!!.


(sumber foto : AFP).

Usai sudah perburuan Gelar Juara Dunia MotoGP Tahun 2009. Selesai di Sepang, walaupun masih ada satu seri sisa yaitu di Valencia. Pemenangnya adalah Valentino "The Doctor" Rossi, Nomor Motor 46. Jadi juga ia The Nineth Wonder of The World, 9 kali juara di kelas berbeda. What an Amazing Achievement.
Sebenarnya, pemenang seri Sepang sendiri adalah Casey Stoner sementara posisi kedua diisi Dani Pedrosa. VR sendiri finish di tiga, teammatenya finished ke-4. Raihan posisi ke-3 itu bagi VR sudah cukup membuat gap yang jauh dan aman dengan Jorge yang ada di posisi ke-2 klasemen sebesar 41 point.
Saking jagonya ngebut, ndak terasa VR sudah memecahkan beberapa rekor di MotoGP. Umpamanya :

Gelar juara dunia - semua kelas, (yang menurut saya rekor yang paling bergengsi daripada kriteria rekor2 lainnya) :
1. Giacomo Agostini (ITA) 15
2. Angel Nieto (SPA) 13
=3. Mike Hailwood (GBR) 9
=3. Carlo Ubbiali (ITA) 9
=3. Valentino Rossi (ITA) 9

So, VR setidaknya masih harus 6 kali lagi juara di kelas utama MotoGP ini untuk menyamai rekor "The Italiano" Giacomo. Oleh karenanya, kita, fans nya, sebenarnya berharap VR masih akan dan bisa race untuk 6 tahun ke depan : 2010 s/d. 2015. Tapi apa mungkin yah?. Secara manuver VR untuk mencoba mobil Ferrari beberapa waktu lalu, kemudian ikut salah satu seri World Raly, apakah bisa mengindikasikan ia mulai berpikir untuk ganti haluan?. Semoga tidak. Semoga ia masih bisa balapan dan selalu tertantang untuk menaklukkan ambisinya sendiri untuk mematahkan rekor seniornya, Giacomo itu. Apa jadinya MotoGP tanpa VR? Great Sportsman and also An Entertainer. Sampai saat ini ialah living legend dan legend in the making di MotoGP. Kitalah saksi-saksinya.

Beberapa rekor lainnya adalah ini :
Race wins - semua kelas:
1. Giacomo Agostini (ITA) 122
2. Valentino Rossi (ITA) 103
3. Angel Nieto (SPA) 90

Pole positions - semua kelas:
=1. Mick Doohan (AUS) 58
=1. Valentino Rossi (ITA) 58
3. Max Biaggi (ITA) 56

Podiums - semua kelas:
1. Valentino Rossi (ITA) 163
2. Giacomo Agostini (ITA) 159
3. Angel Nieto (SPA) 139

Sekali lagi, selamat buat VR.
ciao!

Senin, Oktober 19, 2009

An Englishman In Brazil, So Close Yet Not So Far


(sumber foto : Reuters).
Selamat buat Jenson "Push The Butt" Button yang sudah mengukuhkan dirinya menjadi juara dunia F1 tahun 2009 di sirkuit Interlagos Brazil, 18 Oktober 2009, semalam, walaupun masih menyisakan 1 races lagi di Abu Dhabi. Kendati hanya finish ke-5 sudah cukup membuatnya memiliki poin89 dan tidak mungkin terkejar lagi oleh Vettel (74) dan teammatenya sendiri, Ruben (72). Pupus sudah keinginan Il Supremo Bernie Ecclestone supaya Button mengukuhkan juaranya pada seri terakhir saja di Abu Dhabi dengan alasan ekonomi : jika sudah juara di Brazil ada kemungkinan jumlah penonton di Abu Dhabi akan menurun yang berdampak juga teradap keuntungan penjualan tiket, karena sebenarnya F1 sudah "selesai" di Brazil. Prestasi Button ini luarbiasa dan mengilhamkan bahwa ketekunan dan kesabaran membuahkan hasil. Button termasuk "orang lama" di F1 (juga Rubens) namun akhirnya hasil kerja kerasnya selama ini berbuah manis. Dalam posting yang lama saya katakan bahwa Button dan Rubens ini mengalami "blessing in disguise" dengan perpindahan kepemilikan dari Honda ke BrawnGP yang ternyata justeru melejitkannya sebagai Brand New World Champion 2009 di F1. Cerita akan jadi lain jika Brawn tidak membeli eks Honda dan tidak mempertahankan duo Button dan Rubens di BrawnGP.
Keberhasilan Englishman ini juga turut memacu Inggris untuk mengembangkan program young driversnya. Dikabarkan banyak pemuda Inggris sekarang yang lebih berminat dengan olahraga otomotif di Inggris. Mengingat tahun 2008 yg lalu Lewis Hamilton yang juga putra inggris berhasil menjadi World Champion di keikutsertaannya yang kedua di ajang balap F1. Apalagi Lewis memecahkan 2 rekor pada saat itu : sebagai Juara F1 Termuda di usia 23 Tahun juga sebagai Pebalap Kulit Hitam pertama yang menjadi Juara Dunia. Saat itu Lewis juga mengukuhkan dirinya menjadi juara dunia 208 di Brazil dan juga sama-sama cukup finish di urutan ke-5.
Tak lupa juga kehebatan tangan dingin Ross Brawn dalam membuat mobil yang kencang dan reliable sepanjang musim 2009 ini membuat BrawnGP juga menyandingkan gelar juara konstruktor 2009 dengan gelar juara dunia pebalapnya. Apalagi ini musim perdana mereka dan juga merupakan tim F1 yang benar-benar baru juga di kancah F1!. Pencapaian yang luarbiasa!.

Kegembiraan serupa juga dialami tim Red Bull Renault yang menempatkan Vettel (74) di Klasemen ke-2 Pebalap (walaupun ini masih bisa digeser oleh Rubens (72) di Abu Dhabi nanti), ini pasti juga menghadirkan persaingan seru tersendiri, juga karena mengukuhkan tim Red Bull di klasemen 2 konstruktor.
Yang sekarang sedang hot adalah persaingan untuk memperebutkan posisi ke-3 konstruktor antara Ferrari dan McLaren. Dengan Hasil dari GP Brazil minggu lalu, McLaren sementara berada di Posisi 3 konstruktor dengan selisih 1 angka menggeser Ferrari (Mclaren 71 vs Ferrari 70). Buat mereka berdua, Posisi 3 ini masih seru dan penting diperebutkan karena menyangkut harkat dan martabat tim.
Juara Dunia Pebalap F1 2009 dan Juara Dunia Konstruktor 2009 sudah terjawab. Tapi tetap ada perebutan -perebutan "sesuatu" yang tidak kalah seru di seri akhir nanti dan ini menyangkut harga diri , martabat dan kehormatan, yang bagi beberapa pebalap dan tim kayaknya is worth to wait and to fight!.
Well,
ternyata masih ada beberapa hal yang harus diperjuangkan sampai the last blood drops kok, kita tunggu saja seri selanjutnya di Abu Dhabi...

Minggu, Oktober 18, 2009

Welcome Back Casey Stoner!

Terlihat siap tarung, haus menang dan terutama dalam kondisi kesehatan prima, Casey memimpin sejak sessi kualifikasi. Performa Casey di sirkuit Phillip Island, Aussie Minggu 18 Oktober 2009 ini konsisten betul, determinasinya tinggi dan fighting spiritnya mendominasi dari awal start hingga finish. Start dari Pole Casey benar-benar on fire hingga tetap di posisi pertama masuk garis finih dan bendera finish di kebutkan di salahsatu sirkuit paling tua ini. Di sirkuit yang memiliki lintasan sepanjang 4,445 km plus 12 tikungan dan tujuh di antaranya merupakan tikungan ke kiri ini, Rossi yang start dari P#2 harus benar-benar ngotot dan kerja keras supaya bisa mendekati dan melewati Casey di depannya. Tapi berlaga di kandangnya sendiri, Casey lebih punya motivasi untuk menang dari segalanya. Well, akhirnya Rossi hanya bisa "mendekati" alias membuntut saja hingga akhir balapan. Tapi setidaknya podium ke-2 di Australia ini buat Rossi sudah cukup mengamankan posisinya dalam perebutan gelar juara dunia, mengingat teammate-nya Jorge retired karena jatuh di tikungan pertama karena moncong motornya bersenggolan dengan ban belakang Hayden dan mengakibatkannya kehilangan keseimbangan dan meluncur jatuh menghempasi rumput hijau dan berakhir di sandtrap. Tapi ia baik-baik saja, that's the main thing.
Rossi sendiri pernah 5 kali juara di sirkuit ini sejak 2001 hingga 2005. Namun finishnya Rossi di posisi ke-2 tahun 2009 ini seolah-olah mengulang posisi finish tahun 2008 yang lalu, bahkan luarbiasanya tahun 2008 adalah dimana Rossi justeru start dari P#12 karena jatuh pada saat kualifikasi namun pelan dan pasti ia berhasil merangkak naik dan finish ke-2 dibelakang Casey.
Yang agak aneh menurut saya adalah "kebiasaan" Dani yang bisa dengan cepat menyodok ke posisi leading setiap awal start, namun kemudian seiring terlewatinya lap demi lap, ia akan melorot sendiri ke posisi yang selalu "diidam-idamkannya" yaitu ke-3. Bahkan ia seperti "kesepian namun seperti merasa nyaman" setiap ada di urutan ke-3, mengingat gap dengan Rossi dan Casey di depan sekita 10 detik sementara dengan gerombolan pebalap dibelakangnya juga agak jauh. Ada Apa Dengan Dani? Hanya ia dan team-nya yang tahu.
Masih ada seri akhir di Malingsia dan Valencia, hmmm...siapakah Juara Dunia 2009 ini? Sabar.

Minggu, Oktober 04, 2009

Balapan Paling Njelehi : GP Estoril

Wah, Balapan neng Estoril, Portugal Minggu 2009 iki njelehi buanget. Opo maneh mergo Rossi sing kethok e ora nduwe determinasi lan ora kompetitif blas neng kene. Mungkin dhewe e onok masalah karo rem e jare seko kualifikasi rung mari2. Lha masak start seko urutan 2 kok finish neng 4?. Wes ngono gap finish e kok kanti 10 detik luwih kro Jorge!. Opo tumon??.
Tapi mungkin juga kan gayane Rossi sok ngono kui, ethok2 ngalah sik ben persaingan points dadi seru maneh (gap e karo Jorge sak ki mung 18 jee), padahal GP gari 3 maneh, piye jal?. wediku mung nek neng 3 seri terakhir ko Rossi malah ora entuk point blas, misal e ditabrak, kesenggol trus tibo, opo tibo dhewe koyok mbiyen, walah, opo ra malah batal rep e dadi "the nineth wonder of the world" tahun iki?. gawat nek no.Kan kudune luwih becik tetep ngotot ngoyak point, lha ko 2-3 seri terakhir rak gari ongkang-ongkang...ngono lho kang Ros'....
Ya wes lah, ora dhowo2 lah aku le ngreview balapan estoril iki mergo yo aq wes bosen sek ndelok Rossi ora greget, walo aku yo paham Rossi ora kudu menang terus tho...sing pindo yo aku yakin ora kabeh wong isoh moco review ku sing iki mergo nganggo boso jowo, kecuali sing moco kebetulan wong jowo tho....
ya wes lah...
pareng, maturnuwun.

Nothing But The Same Result : Suzuka 2009


(sumber foto : Planet F-1).

Beginilah hasil kualifikasi GP Suzuka Jepang 2009, Sabtu:
1. Sebastian Vettel
2. Jarno Trulli
3. Lewis Hamilton

Beginilah hasil Race GP Suzuka Jepang 2009, Minggu :
1. Sebastian Vettel
2. Jarno Trulli
3. Lewis Hamilton

Bisakah anda melihat perbedaannya ? yup, Sama. Saya juga tidak.
GP Suzuka ini nothing than a parade of fancy and luxurious cars aja. Yang membuat perbedaan hanya hasil akhir dari race minggu yang cerah ini di Suzuka adalah perebutan gelar juara dunia ngebut masih terbuka antara Rubens (71 pts) dan Vettel (69 pts) after GP suzuka. Dengan sisa 2 GP lagi di Brazil dan UEA, dan jika Button always late to push the butt, sementara Rubens dan Vettel terus mendulang angka sempurna...well, kayaknya Button harus rela melepas kesempatan emasnya tahun ini.

Yang seru justeru kabar seru sekitar bursa transfer pebalap menjelang musim 2010 :
Alonso ke Ferrari (sudah confirmed), Kimmi : maybe i'll race, maybe i won't (ooooohhhh...), karena Mclaren in no hurry to name second 2010 driver-nya kok kata Martin Whitmarsh, tapi setidaknya Kimmi available kan?, Kubica yang kemungkinan diincar Renault sebagai pengganti Alonso dan ngga jadi ke Toyota karena Boss tim Toyota Howett sendiri mengakui mereka mengakui have probably lost Kubica.

Mari kita sama-sama tunggu 2 seri sisa untuk 2009 ini.
Buton? Rubens? Vettel? Button?.......

Senin, September 28, 2009

First Podium for Glock, At Last, At Night...

(sumber foto : AFP)
GP ini justeru seru di 5 laps terakhir. Saya lihat Kimmi (P#10) berusaha banget mengejar Nakajima (P#9), untuk memperbaiki posisinya, walau akhirnya tak terkejar hingga finish. Faktor Track Singapore yang berkelok-kelok membuat akselerasi Ferrari tidak maksimal disini. Jika Kimmi ngotot kejar Nakajima di track Monza mungkin saja ia bisa berhasil karena track Monza cocok dengan karakter mobil Ferrari.
Demikian juga Button yang P#5 ngotot kejar Vettel di P#4, baru berhenti setelah radio tim menyarankan ia untuk slowdown saja yang penting finish karena pantauan tim teknik di pit mendapati roda kana depan Button agak bermasalah, tentu saja mengingat track s'pore yang berkelok-kelok ini membuat beban kerja rem dan ban mobil banyak yang aus. Namun demikian Button masih tetap leading 84 angka, selisih 15 angka dengan teammatenya Rubens di P#2.
Nasib nahas dialami Webber dan Vettel dari RBR yang jika saja tidak dikenai drive through penalty , dalam waktu yang berbeda, maka kemungkinan besar Vettel bisa podium deh. Ada 6 pebaap ain yang bahkan tidak bisa finish dan race malam itu safety car juga ikut berputar-putar sirkuit karena terjadi tabrakan antara Sutil dan Nick.
Hasil baik -akhirnya- diperoleh Lewis. Tentu saja ini bisa diprediksikan semua komentator balapan mengingat track S'pore ini sempit dan bikin sulit overtaking. So, Pebalap yang bisa pole start disini kemungkinan besar berpotensi menjuarai GP ini. Demikianlah ceritanya Lewis bisa juara disini. Yang luarbiasa Glock, terkaget-kaget bisa finished #2 di S'pore, pasti jadi pengalaman tak terlupakan. Pemenang gp S'pore tahun 2008, Alonso, finished di #3. notbad.
Issu di Silly Seaoson F1 2009 ini juga tak henti-henti berkembang kemana-mana, termasuk isu kepindahan Alonso ke Ferrari pada 2010. Kemudian juga skandal silly nya Flavio di GP S'pore ini tahun 2008 yang lalu, yang perintahkan piquet untuk menabrakkan mobilnya ke dinding hingga Alonso bisa juara tahun lalu di S'pore. Yang justeru membuatnya dipecat bersama dengan Pat pada tahun ini dan dihukum seumur hidup. Alonso relatif aman karena ia "tidak tahu apa-apa". hmmm..di luar trek lebih seru juga ya

Well, masih ada GP Jepang tanggal 4 Oktober besok, Brazil dan Abudhabi... Persaingan supir2 terkencang juga masih terbuka. Just Enjoy the ride then.

Senin, September 14, 2009

Bad luck for Lewis, Good luck for Kimmi

Menyisakan 1 lap terakhir jelang chequered flag Lewis yang ngotot kejar Button di P2 justeru mengakibatkan mobilnya si MP4-24 dan menabrak dinding pembatas hingga malah gagal finish di P3. Andai saja ia sabar dan tidak memaksakan keberuntungan mungkin ia bisa minum-minum GHmums bareng Rubens yang finished #1 dan Button #2 di podium Monza Italy ini dan bisa dulang angka buat Mclaren.
Salut juga buat kerja tim BrawnGP dengan strategi 1 kali pitstopnya membuat mereka mendudukkan pebalapnya di #1 dan #2 di Italy ini, selain di GP Australia, Monaco dan Spanyol yang lalu. Rubens juga benar-benar hot di Italy ini mengingat usia uzurnya untuk ukuran pebalap modern yang didominasi newcomers dan kebanyakan freshmeats.
Hoki juga buat Kimmi. Nasib buruk Lewis mewujud jadi nasib baik baik buat Kimmi. Biasanya di tangan Ross Brawn dulu Ferrari selalu pake strategi 1 x pitstop berlomba di Monza ini. Tapi mungkin lain manajemen lain pula strategi. Sudah bagus Kimmi bisa finished #3 sehingga tidak terlalu membuat fans Ferrari pulang hampa. Ini juga membuat Ferrari tetap kokoh di P3 klasemen sementara konsruktor. Apalagi Fisichella bisa finish ke-9 lumayan nyumbang angka buat konstruktor. Fisi juga menyatakan tidak menyesal meninggalkan mobil kencangnya di Force India, mengingat kinerja mobil mereka sedang bagus2nya di beberapa GP sisa musim ini. Bahkan Liuzzi pebalap baru muka lama di Force India pengganti Fisi ini di Monza bisa finished di #7. Tapi fisi mengatakan bahwa ini adalah dreams comes true-nya menjadi pebalap Ferrari walau hanya sampai musim ini selesai menggantikan Massa yang tengah di masa recoverynya.

Memang benar, mobil kencang kadang dikalahkan sama mobil beruntung...hehehe..

Senin, September 07, 2009

The Donkey King of Misano


Tidak semua orang berjiwa besar mengakui ketololannya. Rossi menjadi salahsatu orang yang mau mengakui kalau ia pernah menjadi tolol ketika race di US minggu lalu dan bertekad untuk tidak menjadi tolol kuadrat di kandangnya sendiri. Start dari pole position,The Doctor sempat tercecer hingga peringkat empat di belakang Pedrosa, Toni Elias dan Jorge Lorenzo. Bahkan kelihatannya Pedrosa sangat kencang dan tangguh dengan Honda-nya yang melejit cepat dari awal start hingga lap 6-7, namun Rossi "the donkey king of Misano" kemudian berhasil melewati satu-per-satu empat pebalap di depannya dan untuk kemudian leading di depan sampai finish.
Perlawanan ketat seperti biasa hanya diberikan oleh Jorge. Inilah mengapa Rossi sempat mengutarakan isi batinnya bahwa hanya Yamaha yang memiliki 2 pebalap utama. Mungkin ini sinyalnya klo musim depan ia pikir-pikir untk hengkang kali ya...
Well, sekarang ia punya selisih 30 point dengan adik timnya, Jorge dan nangkring i posisi 1 papan klasemen sementara musim 2009 ini. Masih ada 5 race lagi. hmm...bagaimana kira-kira chance Rossi ya.. Kalau ia selalu tampil ngotot ,nyaman dan penuh determinasi seperti di races yang lalu kayaknya ia bakal jadi "Keajaiban dunia#9" deh..
Well, tidak semua Keledai itu jalannya lambat kan?