Jumat, Desember 25, 2009

Schummi is Back!

Dari berbagai up date kabar terbaru yang selalu fresh setiap harinya menjelang dimulainya musim 2010, maka kabar yang paling top markotop adalah kabar seputar kembalinya sang legenda Raja F1, Michael "schumi" Schumacher ke balapan single seater ini di musim 2010.
Berita itu datang dari kubu McLaren yang resmi membeli BrawnGP, yang kemudian mengubah nama tim jawara 2009 itu menjadi tim Mercedez. Mercedez kemudian mengontrak Schummi di Brackley, Inggris dengan nilai 7 juta euro untuk bergabung di musim 2010 bersama Mercedez. Tentu saja tawaran ini -jika dalam rupiah setara dengan Rp95 miliar- membangkitkan Schummi dari tidur panjangnya.
Pertanyaannya adalah :
Adakah Schummi sudah mulai membutuhkan uang kembali setelah kesuksesan besar yang telah ia raih sepanjang kariernya dahulu?. Apakah ini jalan pintas untuk jadi miliyuner lagi? Hanya ia yang tahu.
Kedua, fenomena pebalap tua yang come back dan sukses telah pernah ada di ajang ini. Schummi bukan satu-satunya pebalap tua yang pernah ngebut dengan mobil F1. Tercatat pebalap asal Perancis Louis Chiron pernah berlaga dalam usia 58 tahun 288 hari ketika balapan di seri GP Monaco tahun 1958. Juga ada Pebalap Italia Luigi Fagioli yang waktu balap musim 1951 berusia 53 tahun 22 hari. Jelas Schummi yang Januari 2010 akan berusia 41 tahun masih termasuk "muda" untuk berkompetisi di level tertinggi F1.
Ketiga, can he? Kalau mengutip dukungan dari Nigel Mansell, juara dunia F1 tahun 1992, Schummi kemungkina masih bisa juara. "Usia tidak pernah jadi masalah asalkan ia selalu profesional, memiliki komitmen dan fokus. Michael memiliki bakat yang luar biasa, sedangkan Mercedez akan menyediakan fasilitas memadai baginya". Demikian kata beliau. Bisa benar juga apabila ditilik dari fakta bahwa ia tidak akan sendirian di Mercedez karena ada "Brawn-factor" disana. Yes!. Ross Brawn akan kembali berduet dengan Schummi di Mercedez nanti. Ingat, mereka berdua bertemu pertama kali di tim Benetton tahun 1991, dan Schummi jawara dunia 1994-1995. Brawn ke Ferrari, Schummi juga nginthil, hingga juga dapat gelar juara di sana hingga 7 kali. Sekarang mereka duet-reuni lagi di Mercedez. Dapatkah magic-couple ini menyihir sirkus 2010 nanti?. Only time can tell.
Keempat, faktor peta persaingan di F1 akan semakin ketat dengan masuknya 5 tim anyar : Campos Meta, Virgin Racing, Lotus F1, Sauber, dan US F1. Banyak pula young guns di musim 2010 nanti.
So, Guys, just enjoy the show!
Merry Christmas 2009.
Happy New Year 2010.
Happy Holidays.

Sabtu, Desember 12, 2009

How Happy are ya? :-D


Belum lama ini seorang Adrian White dari Universitas Leicester bikin survey, bangsa apa yang paling bahagia di dunia. Hasilnya bukan dari negara terkaya, melainkan bangsa Denmark. Indonesia termangu di urutan ke-64. Mengapa Denmark? Mengapa bukan Amerika yang kaya raya dengan icon American Dreams-nya yang digandrungi orang-orang dari bangsa-bangsa lain yang cuma di urutan ke-23?. Ternyata, kekayaan negara bukan segalanya. Bukti bahwa tidak semua bisa dibeli dengan uang.
So, apa buat orang-orang Denmark sebagai bangsa paling berbahagia diantara orang-orang bangsa lain? Rasa Bersyukur. Katanya, orang Denmark gampang bersyukur, menikmati hidup tanpa perlu berkelimpahan, hidup secukupnya (contentment), serta merasa tak perlu diperbudak kesuksesan. Ditunjang pula, filosofi hidup tak perlu ngoyo. Lain dari itu tingkat pengharapan (ekspektasi) orang Denmark rendah. Kesuksesan kecil saja sudah bikin mereka bahagia. Apabila gagal, mereka pun masih berbesar hati untuk bangkit kembali. Agak-agak mirip dengan filosofi hidup wong jowo dalam perspektif positifnya, nrimo ing pandum). Itu berarti tingkat stress hidup orang Denmark minimal.
Stress merusak badan, selain merongrong kebahagiaan. Sebagian besar penyakit orang sekarang, stress pemicunya. Jiwa yang yang gundah dihibahkan ke bentuk penderitaan badan (psychosomatic). Hidup yang salah arah dan keliru pula menempuhnya menambah pikulan stres kebanyakan orang sekarang.

Spirit need-for -achievement (virus "n-Ach).
Jiwa yang tak pernah merasa puas lebih laju akselerasi cari duitnya. Semua orang menjadi pengin berlomba ingin lebih maju dan kaya raya. Namun kini terbukti, orang yang didikte oleh keinginan dan ambisi tinggi tidak lebih berbahagia dari orang yang mendahulukan rasa syukur dan hidup secukupnya. Hal itu karena betul tak ada batas tertinggi buat kepuasan. Sayang hanya 1/4 responden dunia yang meniscayai itu.
Makin rendah ekspektasi seseorang, makin gampang tumbuh rasa bersyukurnya dan terangkat bahagianya. Sebaliknya, makin tinggi ekspektasi seseorang, makin sering tidak puas dan menjadi kurang bahagia.
Tingkat pengejaran prestasi tanpa henti seseorang berbanding terbalik dengan tingkat perolehan kebahagiaan hidup. Filososofi orang banyak yang salah kaprah. Rata-rata orangtua membawa anak bersekolah dengan tujuan menjadi mesin pencetak uang semata. Kesuksesan hidup dibahasakan dengan uang. Sejatinya uang betul penting. Tapi, bukan uang yang menambah kebahagiaan. Orang melihat kesuksesan hidup penting. Tapi, menikmati hidup, guyub bersama keluarga, dan teman dijadikan nilai utama dan terpenting. Supaya lebih berbahagia, kesitu sepatutnya arah hidup perlu dibawa.
Karena kesuksesan kebanyakan orang diukur dengan uang dan harta, orang terjebak banting tulang demi uang dan harta semata. Uang, Harta dan kuasa berlimpah, tapi merasa tidak bahagia sering karena orangtua dahulu telanjur keliru mengantar anak memetik kebahagiaan.
pepatah lama : orang bisa beli ranjang emas tapi bukan tidur, bisa beli seks tapi bukan cinta, bisa beli obat tapi buka kesehatan. Semoga kita mudah merasa bersyukur dan meniscayai bahwa tidak ada batas tertinggi dalam hal kepuasan hidup, selain meniscayai bahwa uang tidak bisa membeli apa saja. Tidak juga mampu menebus kebahagiaan dalam hidup.
(Tulisan diekstrak lagi dari "Seberapa Bahagia bangsa Kita?" oleh Handrawan Nadesul, Kompas Sabtu, 12 Desember 2009).