
Congratulations Vettel. U r The Youngest F1 World Champion Ever. WC at 23 years 4 months, menggeser rekor Lewis beberapa tahun lalu . You're the Man!. Mantab lihat Vettel menjadi juara dunia F1 2010. Ialah juara dunia yang tidak ada keraguan didalamnya mengingat dominasi RedBull sepanjang musim 2010 memang layak mereka juara dunia.
Alonso, eks-juara dunia 2 kali, yang menjelang GP Abu Dhabi lebih diunggulkan malah berakhir anti-klimaks kerana tertahan Petrov dan Kubica sepanjang laps sehingga ia hanya finish di urutan 7. Padahal jika mau juara ia harus finish setidaknya di posisi 2, jika Vettel sebagai pemimpin lomba atau finish tidak lebih dari 7 jika Webber pemimpin lomba. Ia menumpahkan kemarahannya setelah melewati garis finish kepada Petrov dengan mengacung-acungkan tangannya. Satu lagi Childish attitude dari Alonso. Ia gagal menyejajarkan namanya sebagai atlet Spanyol dari bidang F1 yang berjaya di tahun ini . Atlet-atlet Espanyola yang lain berjaya macam Jorge, Contador, Nadal, Carloz, dan tak lupa, Timnas "Matador" Spanyol yang jaya di PD 2010 kemarin.
Memang, kubu Ferrari tahun ini agak terseok-seok, mereka baru berhasil sedikit mengembangkan mesin menjelang putaran akhir atau paruh kedua musim ini, namun hasil itu tidak selalu mulus alias tetap saja mesin mereka kalah kencang bahkan dengan Renaultnya Vetrov. Mereka juga sering skandal (jepit) menerapkan team order. Pokoknya, by any means lah mereka berstrategi supaya bisa juara. Cuma strategi itu pulalah yang membuat mereka gagal di Abu Dhabi kemarin. Ngapain juga harus masuk pit dua kali?. Naif.
Buat saya, namanya juga bisnis balapan, usahakan saja setiap musim anda bisa menyalip sebanyak-banyaknya mobil lawan anda sehingga anda di setiap akhir seri bisa naik podium entah satu, dua atau tiga. Nggak usahlah pake team order segala, terapkan ajah "pasar bebas pebalap" macam di RedBull tahun ini, kayaknya lebih sportif euy. Lihat juga tuh McLaren, usahakan saja kencang sepanjang musim. Bahkan di Abu Dhabi duo mereka finished podium 2 dan 3. Sederhana saja, yang saya bilang tadi namanya juga balapan, balap aja semua, pasti anda jadi yang terdepan sepanjang seri dan dijamin anda jadi Juara Dunia.
Terlalu mempermudah? Tentu saja. Saya mafhum banyak interkoneksi teknis rumit di F1, tapi mobil kencang tetap bukan segala-galanya , it's all adrenalin!.
Well, gila juga saya nulis review F1 ini setiap minggunya. Pastinya kalo nggak punya passion sama balapan, saya pasti nggak akan rajin begini. Apalagi saya kuliah dulu didekat Balapan juga. Kalo ke Jogja, Kebumen, Bandung, Jakarta, saya juga lebih memilih lewat Balapan. Enak euy, Kalo ke Jogja ngejar pesawat jam 08 pagi dari Balapan juga enak, karena sudah terintegrasi subwaynya dengan Bandara kok.
Sampai jumpa musim depan!
0 komentar:
Poskan Komentar