What If? What If? Bagaimana Jika?
Pernah ditanya orang dengan jenis pertanyaan macam ini? Atau pernah nanya diri sendiri dengan pertanyaan macam ini? Atau senang dengan pertanyaan berandai-andai macam begini? What if ini mengakomodir impian yang belum terwujud, keinginan imajinatif yang diakibatkan kenyataan yang ada saat ini berbeda sehingga ingin lari dari kenyataan, ingin sekedar merasakan kondisi nyaman imajiner sesaat, baik itu ingin kembali ke masa lalu yang penuh kejayaan atau langsung mem-fast forward saja suatu kehidupan saat ini yang menjemukan menuju ke masa depan, dan lain-lain modifikasinya. Tentu saja, karena terminologi dan interpretasi gramatikal what if ini sebenarnya adalah keadaan saat ini tidak seperti yang diharapkan. What If ini saudara kembarnya If Only, saya rasa.
Namun, sebagai manusia yang memiliki akal pikiran dan budi pekerti tertinggi di Planet Bumi ini diatas segala hal dan diatas mahluk hidup lain diluar jenis “manusia”, maka kita memiliki daya imajinasi yang kuat, daya imajiner yang hampir sempurna. Sehingga selalu akan ada jawaban atas pertanyaan retorik macam begini.
Yes, Doraemon adalah ikon pahlawan atas pertanyaan ini. Ia adalah transportasi kita untuk mengkoreksi masa lalu yang berjalan tidak sesuai dengan keinginan kalian. Ia dan Kantung Ajaibnya merupakan ikon jawaban sempurna. Ia adalah hasil olah pikir dan olah imajinasi manusia atas pertanyaan What If. Ia di desain memiliki Pintu Ruang dan Waktu yang bisa membawa kita kembali ke masa lalu, dan bahkan juga men-skip kehidupan langsung ke masa depan. Ia memiliki seribu satu jawaban untuk kalian yang berharap bisa memutar kembali waktu yang telah lewat atau ingin mem FF hidup. Doraemon is playing God. Bahkan, trilogi film Back to The Future nya Michael J.Foxpun terilhami oleh petualangan Doraemon ini, saya duga. Sehingga agak tidak orisinil idenya.
Lantas, mau cari tahu apa yang akan saya lakukan seandainya Doraemon tiba-tiba bertanya kepada saya “jika saja...” dan menawarkannya kembali melalui Pintu Ruang dan Waktu yang dimilikinya?. Yuk, mari ijinkanlah saya menelanjangi pikiran saya sendiri pelan-pelan hal-hal yang akan saya lakukan dengan Doraemon.
Musik.
Pertama, dari dulu saya rajin koleksi lagu bagus. Dulu waktu CD belum musim saya suka beli kaset yang pitanya suka kusut, lalu jaman CD bajakan sudah banyak, saya koleksi CD bajakan-orinya, komposisi koleksi saya lebih banyak CD bajakan-ori daripada beli CD aseli, lalu meningkat ketika jaman DVD bajakan-ori performingnya artis yang saya idola-in juga banyak, saya ikutan menyuburkan praktek bajak-membajak, hingga sekarang jaman suka ngunduh MP3 gratisannya atau vidclipnya via Web cq. YouTube dan sebagainya, juga saya teutetup lakukan demi ingin mendapat lagu favorit. Alhasil, saya punya tons of songs saat ini. Disamping penikmat musik, saya juga bisa memproduksi musik dengan memainkan musik lewat instrument musik.
Hubungannya dengan “jika saja...” adalah saya akan kembali ke masa lalu, ketika musik-musik dari penyanyi-penyanyi kondang (yang saat ini atau beberapa waktu lalu) saya miliki belum menelurkan karya-karya mereka, atau bahkan kembali ke masa lalu jauh sebelum mereka terkenal dengan lagu-lagunya. Dengan asumsi saya juga akan kembali ke kondisi fisik dan mental seperti pada saat saya berada di masa itu, maka rencana saya selanjutnya akan meng-copy paste lagu-lagu seleksi saya yang saya bawa “dari masa depan” itu lewat instrumen musik yang saya piawai memainkannya, lebih tepatnya, memainkannya lagunya secara akustik disertai liriknya sekaligus. Hal ini bisa saya lakukan dengan bantuan satu-dua orang kawan yang sepaham dengan saya di masa lalu. Mungkin akan saya siapkan stock lagu hingga 50 lagu, kurang lebih, sebagai permulaan, yang tentu saja sejujurnya saya ambil dari lagu-lagu yang telah terkenal di masa kini. Jika satu album artis kondang rata-rata berisi 10 lagu, maka mungkin dengan stock lagu sebanyak itu saya akan bisa buat 5 album dulu. Setelah itu akan saya tawarkan ke rumah-produksi atau coba mencari produser (tentu saja dengan bekal pengetahuan yang telah saya pelajari dulu di masa kini/profiling) yang tentu saja dengan keyakinan 99% lebih bahan mentah musik saya pasti akan di setujui. Jadilah saya penyanyi, anak band atau penulis lagu/song writter. Jeda waktu keluarnya album-album itu tentu saja diperhitungkan dengan kemunculan lagu-lagu itu oleh penyanyi dan penulis lirik yang sebenarnya. Sebagai ilustrasi : Jika lagu-lagu dari Vertical Horizon ngetop awal tahun 2000, maka sebisa mungkin sebelum tahun 2000 saya sudah duluan merilis lagu-lagu mereka. Tentunya, saya akan menawarkan demo musik saya tersebut kepada produser dan perusahaan recording yang pada masa kini benar-benar merilis album itu pada "masa kini", hanya saja, mereka merilis lebih maju dari seharusnya.
Tentu saja, karena saya datang dari masa depan, ide-ide bermusik yang saya usung tentu saja “lebih maju” dari jamannya. Seperti anggapan para ilmuwan bahwa Einstein hidup mendahului jamannya.
Saya tidak akan khawatir kekurangan stock lagu (yang pada saat itu mungkin dianggap sebagai “kehabisan ide atau kreativitas”), karena yang perlu saya lakukan hanya pulang pergi ke masa depan dan ke masa lalu.
Demikianlah saya kelak akan dikenang sebagai si jenius musik. Masuk sebagai salah satu legenda musik versi Rolling Stone Magazine. Mungkin.
Buku (dan Films)
Saya penggemar buku. Saya tidak hobby baca buku. Saya lebih suka beli buku. Saya punya koleksi buku-buku hingga memenuhi kamar. Buku apapun dan tulisan siapapun. Saya juga bisa membuat gambar. Beberapa teman mengatakan, secara ilmiah, saya punya kecerdasan visual (visual smart). Anda gores saja garis acak atau bentuk acak apapun, maka serahkan pensil anda dan ijinkan saya meneruskannya menjadi gambar utuh dapat dengan mudah saya lakukan. Oleh karenanya saya juga punya beberapa koleksi komik. Apa yang akan saya lakukan dengan buku dan komik itu jika Doraemon menawarkan saya kembali ke masa lalu?.
Tentu saja, saya akan bawa copy dari buku dan komik itu, akan saya ganti nama penulis dan pembuat komik itu, akan saya tawarkan kepada penerbit-penerbit nasional ataupun internasional. Dalam hal buku, satu aturan yang harus saya hindari, menulis Biografi! Hahaha..tentu saja, idiot, saya kan bukan orang penting yang disatu tempat entah dimana sedang menjalani nasibnya sendiri dan kemudian dimasa datang akan menuliskannya menjadi buku. Masakan saya akan menulis tentang Dalai Lama? ;)
Mungkin buku-buku seri Harry Potter akan saya rilis di "masa lalu" itu. Selanjutnya "Lord of The Ring". Mungkin juga "Laskar Pelangi". Haha... Saya akan tawarkan kepada Penerbit yang memang pada masa kini mereka menerbitkan karya-karya itu, hanya saja mereka menerbitkannya "lebih maju" dari masa seharusnya. Karena saya tahu, buku2 itu pada masa kini diangkat ke layar lebar. Buku-buku lainnya? Ohhh, tentu adaaaa... dan sangat panjang daftarnya. Calm down.
Beberapa jenis buku yang akan saya tulis, atau copy paste, tepatnya, dan saya tawarkan seolah-olah asli hasil ide orisinil saya pada saat itu kepada penerbit-penerbit adalah buku tentang motivasi diri, humaniora, novel. Buku-buku hukum progresif juga menjadi perhatian saya pastinya.
Modus Operandi yang akan saya pakai teuteup sama dengan yang akan saya lakukan dalam karier musik saya.
Bursa Taruhan Olahraga.
Hingga saat ini sudah ada beberapa kali Piala Dunia dan Piala Eropa, apalagi hasil-hasil liga premier dan liga-liga sepakbola lain di seluruh penjuru dunia kan? Itu baru di ajang sepakbola. Banyak sekali cabang olahraga lain yang menawarkan pasar taruhan kan?. Itu adalah “ladang emas”.
Saya, sebagai ilustrasi, akan kembali ke Piala Dunia 2010 kemarin saja deh, atau Piala Asia awal tahun 2011 ini, dan akan memasang taruhan tinggi untuk tim nasional yang saat itu tengah atau akan bertanding, yang mana saya sudah tahu semua hasil akhirnya dari tiap-tiap pertandingan, karena ingat, saya berasal dari masa depan, dan.... you know the rest lah.
Kerjaan.
Jika Doraemon menanyakan apa kira-kira yang saya inginkan dengan “jika saja...” yang berhubungan dengan kerjaan saya sekarang? Maka saya cuma pengin minta supaya “bagaimana jika tidak ada orang jahat di sekitar kita (lagi)?”. Damn, it can’t be true ;(
Mungkin juga saya akan mengubah sejarah pak Urip Tri Gunawan, Pak Antashari Azhar, Pak Burdju, bu Esther, dan kawan-kawan lain, setidaknya supaya tidak tertangkap tangan... ;D
Well, daftar imajiner kegiatan-kegiatan untuk mengisi tantangan what if bisa panjang banget. Mungkin saja, sebagai orang yang sangat religius, anda kemungkinan tertarik untuk kembali ke masa jaman Alkitab. Sebagai ilustrasi : jika saya, tertarik ke sejarah Nabi, mungkin saya akan kembali pada hari dan waktu persis ketika Nabi Isa diadili oleh Pontius Pilatus. Saya siapkan "kostum" yang sesuai dengan masa itu tentunya, dan sedikit belajar "bahasa" yang dipakai orang-orang pada masa itu , tentunya juga jenggot palsu. Sembari saya menyiapkan MK 1 Mod 0, salah satu senapan Sniper akurat, versi sipil seharga $ 7.500, dengan amunisi 7,62X51mm NATO, yang suka dipakai pasukan elite Israel <<< style="font-style: italic;">angle presisi dan akurat demi melihat jidat pak Pontius di mimbar, yang kemungkinan tempat itu berada di salah satu atap rumah warga Yahudi lainnya saat itu dan mengarahkan senapan Sniper saya tepat ke jidat pak Pontius Pilatus, dan Bang!. Semoga saya tidak mengubah sejarah...
Mungkin anda ada yang berminat kembali ke jaman Nabi Adam dan Hawa pertama kali mereka bertemu? Daripada kemudian umat manusia jadi nelangsa kerana politikus-politikus busuk mangkin berkeliaran jualan "Indonesia"?. Tapi sepertinya itu tidak mungkin, kerana kita belum akan ada hingga saat mereka sama-sama memakan buah "Apel" ituh. Tapi, mungkin anda punya cara lain memperbaiki ulah dan kelakuan anggota DPR yang "katrok2".
Bagaimana jika menyangkut Selingkuhan? PIL? WIL? Kasih tak Sampai? Ahhh, saya serahkan hal-hal kayak gituan ke imajinasi paling liar dari masing-masing anda sendiri saja lah.
Setiap kamu bisa teruskan berimajinasi sesuka hati kamu. Bahkan mungkin berharap hal itu dapat jadi kenyataan juga boleh. Pesan saya cuma satu buat kamu yang berharap Doraemon mendatangimu suatu hari kelak, “Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life” –Confucius.
Mintalah hal itu ke Doraemon mu. 
Bye For Now.

4 komentar:
Haha... Jadi kalau bisa kembali ke masa lalu mau jadi pembajak karya orang? Wild imagination.
Hai, sy udah edit posting itu. Even wilder now, hahaha..
Andai bisa balik ke masa lalu, saya akan kasih info dulu ke Ferrari biar Nigel Stepney tidak sempat jual data ke Mclaren. Merugikan tim sendiri. Saya juga akan kasih tahu Kimi supaya gabung di tim yang bisa membawanya jadi juara dunia setiap tahun. Hehe...
whahaha, dasar kimmiholic, ya sudah, bantu deh tuh idolamu ;)
Poskan Komentar