

Di seri Assen, 26 Juni 2011 lalu, Simoncelli jatuh dari motornya. Jorge Lorenzo jadi korbannya, walau masih bisa melanjutkan lomba dan finish di#6. Sebelumnya, di seri Silverstone 12 Juni lalu, Simoncelli juga jatuh di laps ke-10, di seri Jerez, 3 April 2011, "supersick" juga jatuh di lap 12, padahal ia saat itu ada kans besar naik podium pertamanya. Di seri Le

mans, Prancis, 15 Mei 2011, Simoncelli lah yang punya andil membuat Pedrosa terjungkal dan kambuh cedera tulang selangkanya, di Estoril, 1 Mei 2011, Simon juga jatuh bersama Hector Barbera. Atas "prestasi"nya itu ia banyak mendapat kecaman karena gaya mengemudinya dianggap over agresif dan membahayakan pebalap lainnya. Screw u, Marco "super sick" Simoncelli.
Di F1 seri Valencia tanggal 26 Juni 2011 kemarin, hasil baik dipetik tim Ferrari dengan finish di #2 dan #5.
RBR dengan Vettel didalamnya masih perkasa, memang. Namun kiranya usaha yang dilakukan Red mulai memperlihatkan hasil. Saya suka dengan proses dan jauh lebih menghargai proses, hasil akhir hanya bonus.

Makanya saya sabar menantikan proses akhir Rossi yang saat ini tengah memperjuangkan Ducati menjadi "raja" eropa di MotoGP. Hanya saja, mungkin memang Ducati agak perlu penanganan "khusus" sehingga hasil baik masih belum nampak nyata setelah 6 seri balapan di musim 2011 ini. Tapi gw masih percaya sama kepakaran Rossi koq. Usaha untuk menjadi juara dunia bersama Ducati saya rasa akan menjadi pencapaian yang paling menantang untuknya, jika ia berhasil nantinya, mengingat kesulitan menjinakkan monster Ducati yang luarbiasa liar.
Ciao amigos!
2 komentar:
Hehe... Masih setia dukung Rossi nih?
oh masi dung. Kan ia extraordinary person soalnya wkwk
Poskan Komentar