Beberapa waktu yang lalu saya nonton History Channel edisi "Ancients Aliens". Lucu sekaligus juga menggugah keingintahuan iseng. Dalam hipotesanya dinyatakan bahwa aliens sudah lama sekali melakukan kontak atau menjalin hubungan langsung maupun tidak langsung dengan beberapa mahluk bumi. Ini dapat dilihat dari peninggalan artefak-artefaknya sepanjang sejarah bumi itu sendiri : stonehenge, piramid, candi-candi, crop circles, kalender suku maya yang kontroversial, bahkan hingga peninggalan/relik yang dihubungkan dengan agama langit. Bahkan dikatakan mereka juga memiliki markas di bumi, seperti di Segitiga Bermuda yang terkenal itu. Ketika mengunjungi bumi mereka berkamuflase dengan bencana alam, musibah besar, dan sebagainya. Aliens itu mengendoorse IQ, tingkat kecerdasan manusia, secara evolutif. Nama-nama besar inventor maupun tokoh-tokoh besar dunia disinyalir adalah medium para aliens untuk membuat bumi lebih maju : Einstein, dan kawan-kawannya. Mereka adalah beberapa manusia terbatas yang ditemui aliens yang digunakan aliens untuk mentransfer pengetahuannya demi kemajuan bumi.Bahkan beberapa agama langit disinyalir juga sebenarnya berkait erat dengan aliens itu. Aliens itulah Tuhan. Asumsi mereka adalah karena segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan selalu saja berasal dari langit. Hanya karena perspektif yang berbeda mereka menganggapnya Tuhan.
Yang belum terjawab adalah untuk apakah mereka melakukan itu semua? Apakah kedatangan mereka menguntungkan atau merugikan? Apa sebenarnya maksud mereka untuk jangka panjang?.
Well, Ini adalah suatu teori.
Beberapa waktu lalu saya juga membaca The Jacatra Secret. Karya Rizki Ridyasmara ini bertema menelusuri konspirasi juga. Berlainan dengan tema konspirasi alien-manusia, ia menyoroti teori konspirasi manusia-manusia, kelompok rahasia berpengaruh-masyarakat awam, yang saking berkuasanya kelompok rahasia ini mereka memiliki simbol-simbol tertentu dan dirahasiakan dari pandangan awam. Saya akui baca buku ini seperti baca catatan sejarah yang sifatnya dialektika. Pengetahuan dan wawasan si pengarang tentulah luas jika bisa dibilang ia rajin membaca segala. Fiksinya hanya tempelan. Justeru Non-fiksinya yang menggoda genit. Melalui tokoh DR. John Whitemaker Grant, pengarang mempersonifikasi dirinya yang berpengetahuan luas atas simbologi. Hebatnya lagi, paparan atas simbol-simbol dari persaudaraan rahasia pengatur dunia itu dikatakan ada di Jakarta juga dan Nyata dengan contoh-contohnya. Debatable. Tapi yang paling asyik dari buku ini adalah paparannya tentang sejarah persaudaraan rahasia yang paling berpengaruh di dunia dan bagaimana Indonesia telah di kuasai oleh kelompok ini sehingga siapapun penguasa negeri ini sebenarnya adalah hanya "boneka" dari kepentingan pok ini.
Yang juga menarik adalah keberanian pengarang untuk menjungkirbalikkan beberapa fakta tentang suatu nabi dari agama langit, tentunya dalam perspektif novel ini. Menggelitik dan nyaris persuasif jika anda gila.
Saya juga suka dengan teori Mafia Berkeleynya. Dan terlebih lagi berbagai kausalitas antara berbagai tempat sejarah dan kejadian yang melatarinya yang kesemuanya ada di Jakarta. Pseudo-realitas yang absurd namun bisa jadi nyata. Termasuk teorinya tentang adanya konspirasi global untuk merusak kesehatan umat manusia lewat berbagai waralaba makanan internasional. Betulkah?
Asyik dibaca di liburan panjang ini. Bacalah.
2 komentar:
Hehe... Mungkin manusia jarang berkomunikasi sama Tuhan, makanya Tuhan jadi terasa seperti alien :-p
oh ya, bahkan tulisan di paragraph awal sengaja saya hitamkan supaya nuansa "konspirasi"nya terasa kental. Biar pembaca makin merasakan tema "rahasia" terselubung atau kode2 wkwkwkw
Poskan Komentar