"Mengurus kekuranganku saja aku kekurangan waktu,
apalagi mengurus kekurangan orang lain".
Saya suka sekali berhening diri di "kapsul waktu" ini. Melayang tanpa pengaruh gravitasi lagi di lapisan yang kemungkinan namanya adalah eksosfer. Saya tidak tahu. Saya bukan fisikawan. Tidak perlu khawatir dengan nihilnya oksigen. Saya kira saya tidak hanya secara fisik disini. Diam. Mencerap energi perkasa semesta sebanyak-banyaknya. A loving silence often has far more power to heal and to connect than the most well-intentioned words. Itulah mengapa keheningan selalu menjadi karib akrab saya.
Nun jauh di bawah sana, di Planet Bumi itu, sekumpulan mahluk hidup dalam jumlah milyaran terjebak dalam kesehariannya sibuk menjalani hidup dan bertahan hidup. Bising. Riuh. Terperangkap. Life is the biggest trap you'll ever get caught in, because it's impossible to get out alive.
Suara bising dan hiruk pikuk buat saya terkadang bukan pertanda sukacita. Itu lebih kepada pertanda kerakusan. Mereka terjebak dalam pola yang baku setua umur bumi itu sendiri. Saya dengar ada banyak "agama" dan doktrin "iman" di planet itu yang umurnya juga setua umur bumi. Entahlah, semoga yang mereka sebut sebagai "agama" dan "iman" itu mampu menjadi pedoman atau setidaknya membuat kehidupan mereka bermakna hingga selesainya usia mereka.
Dalam perangkap besar bernama kehidupan itu banyak sandiwara dipentaskan atas nama bertahan hidup. Why not? It is now the most adaptive that can survive, not the fittest. Panggung sejarah manusia selalu saja diwarnai darah. Saat ini, tetap saja, atas nama kekurangan diri, mereka menjadi penyembah-penyembah berhala modernitas.
Dalam usia muda anda sudah mengalami kebotakan total?. Obesitas?. Kurus?. Kulit anda pucat? kulit anda hitam?. Miskin?. Menganggur?. Karier buntu?. Jomblo?. Broken Home? Merasa kurang beruntung?. bodoh?. Gigi anda "mancung"?. Pesek?. Merasa rendah diri karena kalah bersaing? Sebut apa kekuranganmu yang paling kau benci. Dan Voala, seketika itu pula Iblis menawarkan shortcuts. Ia tidak seketika menjatuhkan buntalan uang di hadapanmu dan mengabulkan keinginanmu dalam kedipan mata. Ia melakukannya dengan gently. Halus. Tersamar. Nyaris tanpa cacat.
Alih-alih, ia justeru masuk kedalam rasa kekuranganmu yang terdalam. Dibangkitkanlah rasa kekuranganmu dengan perlahan. Hingga akhirnya anda yakin dengan sangat bahwa tidaklah baik memiliki kekurangan. Anda harus lebih daripada yang lain. Kekurangan sebagai individu, kelompok, bangsa, negara sangat memalukan. Tidak dapat diterima. Ia membangkitkan : (1) kesombongan, (2) ketamakan, (3) kedengkian, (4) kemurkaan, (5) percabulan, (6) kerakusan, (7) kelambanan atau kejemuan [acedia] dalam diri.
Apa yang kita setiap hari akrabi dalam kata : pembunuhan, perampokan, perkosaan, kesewenang-wenangan, korupsi, pengabaian, penghalalan segala cara demi karier, munafik, Bahkan, Pendakwah di tivi bukan pembebas.Tapi setan selebritas.Yang terkooptasi oleh ketamakan diri dan media, dan lain-lainnya, adalah sebenarnya hanya tujuan akhir dari 7 akar kejahatan paling mematikan yang ditawarkan iblis. Ia cerdik. Ia masuk ke dalam apa yang dimaui hati terdalam manusia. Ia menyuburkan sombongmu. Tamakmu. Dengkimu. Murkamu. Cabulmu. Rakusmu. Iri hatimu. Kadang ia menang lotere. Kadang ia kalah. Namun yakinlah, followernya bertambah setiap hari.
Sepanjang manusia tidak memandang kekurangannya sebagai pelengkapnya supaya sempurna menjadi manusia, maka iblis akan selalu menang lotere.
Maka, kepala anda botak?. Jason Statham pun botak tapi keren. Tubuh anda gembrot?. Rileks, Big is beautiful. Anda merasa kurus? Rileks, kan ada susu Weight Gain. Perut anda tidak sixpack?. Wah, saya malah tenpack, kok. Think Out of The Box.
Tabik.










