Minggu, Januari 08, 2012

Simpan Buatmu Saja

"Jauh lebih banyak menyeru nama Allah dengan pengeras suara 
katimbang dengan hati seorang hamba" @Prie_GS

Makin banyak orang cuplik kalimat-kalimat suci dan dikeraskan pula lewat "pengeras suara" media sosial, sebutlah di Blackberry Messenger, dan lainnya. Ndak cuma kalimat suci di degradasikan sifatnya jadi seperti barang remeh temeh lainnya. Lebih dulu adalah  citra diri yang dikeraskan lewat "pengeras citra" media, baik media sosial, cetak : koran, majalah, pamflet, baliho, dan lain-lainnya. Sudah tidak bisa bedakan lagi mana pejabat dan mana pelacur : semuanya beriklan.  
Buat saya, kalimat suci dipetik dari buku suci. Apapun agamanya. Dan saya paling risih jika ditanya apa agama saya. Seperti tidak ada pertanyaan lain. Buat saya ditanya agamanya apa itu seperti ditanya apa warna celana dalam yang sedang kita pakai. Kalaupun hendak mencuplik kalimat suci, buat saya lebih baik menggunakan analogi kata bijak yang sama secara filsafati, yang "cuma" hasil dari olah pikir manusia saja. Makanya saya menghindari "mengobral kalimat suci" dan menurunkan derajatnya serta cuma menjadikannya "barang remeh-temeh" semata yang bisa di up date jadi status setiap saat disesuaikan dengan mood kita. Gila aja kali. Tidak penting dan tidak pada tempatnya ia diturunkan derajatnya dengan cara seperti itu. Mungkinkah pengupdatenya sedang dalam posisi tidak percaya diri?. Labil?. Only God Knows.
Saya suka kalimat suci lebih dari apapun. Tidak perlu orang tahu saya suka. Heninglah. Disana anda akan dengar ia bersuara jauh lebih keras dan jauh lebih jernih ketimbang di obral-obral kesana kemari. Dan, jauh lebih menyentuh sanubarimu paling dalam. Heninglah mendengarNya.
Mungkin beberapa orang memang sedang mencitrakan dirinya seorang yang taat dengan mencuplik kalimat-kalimat suci dan dikeraskan lewat "pengeras suara' dan "pengeras citra"nya, hak asasi juga sih. Cuma saya percaya masuk surga atau tidak merupakan hak prerogatifNya, bukan karena sering-sering mengupdate status "berbau langit" gitu deh
Ini pendapatku. Sampai mana pendapatmu?

"Nasihatmu itu baik, cuma satu kelemahannya, kamu sendiri belum melakukan apa yang kamu katakan"

Tabik.

0 komentar: