Senin, Februari 13, 2012

Iba

Setiap orang menderita, maka tataplah siapa saja dengan iba @PrieGS


jiwa-jiwa yang terkurung dalam cangkang
Melatih jiwa dalam beberapa hal dapat sama dengan how to train your dragon. Namun jika  jiwa sudah terbebas dari hiruk pikuk, ia akan melembut. Jiwa-jiwa yang telah melembut dalam heningnya selalu saja menakjubkan hati. Jiwa itu sudah mengatasi egonya. Ego yang sebelumnya terbang tinggi sekarang telah mendarat. Ia sepenuhnya sudah mengontrol tubuh dan sifat. Apa yang dapat dilakukan jiwa yang lembut dan berhening dari sunyinya?. 
Adalah sekumpulan mahluk berjumlah milyaran berjenis manusia di planet bumi ini. Satu-satunya planet di alam semesta yang memproduksi coklat, saya rasa (and thanks for that!). Lihatlah, setiap hari dalam perangkap besar bernama kehidupan mereka berlaku bagaikan robot bernyawa. Sejak pagi hingga malam  terprogram memenuhi takdir (atau kutukan sejak kisah Adam dan Hawa?). Robot-robot bernyawa yang berguna maupun tidak berguna. Ada guidelines bagi jiwa-jiwa dalam robot itu : moral, dan/atau yang mereka sebut agama. 
faces
Apapun itu, seharusnya sangat berguna untuk mereka. Aneka muka dan mimik mereka berganti-ganti menjalani hari-harinya yang sudah dikuota. Days are numbered. Lihatlah muka-muka keras itu. Seiring usia menjadi tua ditempa oleh takdir menghasilkan gurat dan garis sebagai bukti hidup yang dijalaninya. Kadang-kadang Scars are proof that they're a survivor. Yang terkuatlah yang menang. What a life!. "We're all damaged in our own way. Nobody's perfect. I think we are all somewhat screwy, every single one of us", kata Johny Depp.  Atas nama segala sesuatu yang diinginkan tubuh-tubuh robotik mereka, setiap harinya adalah berjerih payah tanpa henti demi pencapaian hidup. Mulai pengemis jalanan hingga pejabat negara, pengusaha. Semua menerbitkan ibaku. Apakah lagi yang dicari, hai tubuh-tubuh fana?.
Jiwa yang lembut menyapa jauh ke lubuk sanubari sesamanya. Ia meneduhkan. Melalui pintu mata di antara muka-muka keras itu ia masuk, menyelip ke relung-relung terdalam hingga kemudian menyentuh hati. Ia ingin menyentuh sifat robotik masing-masing, mentransformasikannya ke sifat manusia seutuhnya. Yang berjiwa. Berhati. Jiwa yang lembut merasa iba dengan beban hidup tubuh-tubuh itu. Ia ingin memerdekakan jiwa yang terkungkung dalam tubuh-tubuh letih dan berbeban berat itu. Merdekalah. 
Seberapa banyaknya jiwa termerdekakan?. Tak banyak dibandingkan milyaran lainnya. Jika saja guideline itu dipedomani sungguh oleh tubuh-tubuh letih dan lelah itu. Oleh karenanya, jiwa iba jika melihat banyak berkeliaran jiwa yang masih terkungkung dalam cangkang tubuh duniawi. Tubuh-tubuh itu menghiba dan jiwa iba.

Kalau aku masuk surga nanti, pastilah karena Tuhan iba melihat mukaku yang tidak ganteng ini :)

Tabik. 

(pict source : berbagi.wordpress)

0 komentar: